Catatan Altina Anindya Arif

Makasih Kupa Kuma

Sakit Panas Pertama Hari V

Setelah tiga kali ke dokter dalam empat hari sakit, hari ini aku merasa lebih baik dan sepertinya akan sembuh dalam satu atau dua hari ke depan. Pagi-pagi aku sudah diajak Kupa jalan-jalan di komplek. Panasku masih ada tapi sudah sangat berkurang tingginya.

Aku pun dimandikan oleh Yangti hari ini karena sudah lebih baik. Aku bahkan sudah mulai lincah kembali dengan merangkak mengelilingi rumah.

Siangnya aku semakin lincah dengan datangnya Mbak Yumna, Mbak Kamila dan Pak De Wawan. Aku punya teman main hari itu. Makanku pun mulai normal lagi. Kupa membelikanku sup KFC untuk aku santap. Namun entah kenapa aku tidak terlalu doyan makan sup hari itu.
Read the rest of this entry »

No Comments »

Sakit Panas Pertama Hari IV

Karena malamnya aku masih panas tinggi, aku pun dibawa oleh Kupa dan Yangti ke rumah sakit yang sama untuk periksa darah dan urine. Aku berangkat pagi-pagi dan sebelumnya hanya dilap-lap oleh Yangti. Selama menunggu Yangti siap-siap, aku digendong oleh Yangkung di teras rumah, sementara Kupa mempersiapkan mobil dan juga tas yang harus dibawa.

Sampai di rumah sakit aku langsung dibawa ke laboratorium oleh Yangti dan Kupa. Aku digendong Yangti sepanjang perjalanan dan selama di rumah sakit. Aku menangis sekeras-kerasnya saat diambil darah. Sedangkan untuk cek urine gagal aku lakukan karena selama di rumah sakit aku tidak buang air kecil sama sekali. Hasil tes darah menyatakan bahwa aku tidak ada indikasi demam berdarah. Kupa dan Yangti pun lega melihat hasil tes darahku. Read the rest of this entry »

No Comments »

Sakit Panas Pertama Hari III

Hari Kamis pagi suhu tubuhku semakin menurun. Kuma pun melihat kondisiku yang semakin membaik memutuskan untuk pergi keluar kota sesuai rencana yang sudah dibuatnya jauh-jauh hari. Aku pun untuk pertama kalinya sejak menderita sakit panas dimandikan oleh Yangti. Bahkan aku ceria kembali di pagi dan siang hari di tahun baru Hijriyah tersebut.

Sorenya bahkan aku bermain dengan kakak-kakak sepupuku, Mbak Yumna, Mbak Kamila dan Mas Dimas yang datang ke rumah Yangti. Kupaku pun menduga bahwa aku sudah membaik karena memang sejak pagi tidak pernah lagi tubuhku kembali panas.

Read the rest of this entry »

No Comments »

Sakit Panas Pertama Hari II

Hari Rabu pagi aku masih sakit panas. Namun pagi itu panasku tidak terlalu tinggi sehingga Kupa dan Kuma pun berangkat pagi-pagi sesuai jadwal keberangkatan mereka. Aku mulai panas tinggi saat sore hari. Saat diajak untuk minum Tempra pun aku langsung muntah makanan dan susu yang masuk ke tubuhku sebelumnya. Akibatnya di hari itu aku belum meminum obat penurun panas apa pun. Kumaku sudah panik karena panasku bisa mencapai lebih dari 39 derajat.

Malamnya aku bersama Kuma dan Kupa, kembali ke Rumah Sakit yang sama dan kebetulan bertemu dengan dokter yang sama. Saat suster mengecek suhu tubuhku, angka yang muncul di pembacaan adalah 39,8 derajat. Aku kembali diberikan obat lewat pantat karena menurut cerita Kumaku ke dokter, aku tidak bisa meminum obat yang kemarin diberikan.

Read the rest of this entry »

No Comments »

Sakit Panas Pertama Hari I

Hari Selasa pagi pukul 04.30 saat Kupaku bangun, dia merasakan panasnya badanku. Dia langsung mengambil temperatur tubuh, sedangkan aku dijaga oleh Kuma. Walaupun Kupa tidak terlalu berhasil saat mengukur suhu tubuhku, namun ia dan Kuma yakim bahwa aku sedang sakit panas saat itu.

Aku kemungkinan tertular oleh Kupa yang sejak Sabtu kemarin batuk-batuk dan sempat tidak masuk kantor di hari Seninnya. Melihatku sakit, Kupa pun menunda keberangkatan kantornya beberapa saat. Kuma pun melambatkan waktu berangkatnya ke kampus. Aku pun ditinggal bersama Yangti berduaan. Sepanjang hari Yangti menggendongku. Yangti tidak melakukan apapun kecuali menggendongku dan menemaniku tidur. Read the rest of this entry »

No Comments »