Catatan Altina Anindya Arif

Makasih Kupa Kuma

Sakit Panas Pertama Hari II

on November 16, 2012

Hari Rabu pagi aku masih sakit panas. Namun pagi itu panasku tidak terlalu tinggi sehingga Kupa dan Kuma pun berangkat pagi-pagi sesuai jadwal keberangkatan mereka. Aku mulai panas tinggi saat sore hari. Saat diajak untuk minum Tempra pun aku langsung muntah makanan dan susu yang masuk ke tubuhku sebelumnya. Akibatnya di hari itu aku belum meminum obat penurun panas apa pun. Kumaku sudah panik karena panasku bisa mencapai lebih dari 39 derajat.

Malamnya aku bersama Kuma dan Kupa, kembali ke Rumah Sakit yang sama dan kebetulan bertemu dengan dokter yang sama. Saat suster mengecek suhu tubuhku, angka yang muncul di pembacaan adalah 39,8 derajat. Aku kembali diberikan obat lewat pantat karena menurut cerita Kumaku ke dokter, aku tidak bisa meminum obat yang kemarin diberikan.

Sebagai jaga-jaga Kuma meminta kepada dokter untuk diberikan obat yang diberikan lewat pantat. Dokter memberikan, sekaligus memberikan rekomendasi untuk tes darah jika aku masih panas di hari Jumat pagi.

Pulang dari dokter, suhu tubuhku kembali turun. Aku masih tidur dengan Kupa dan Kuma walaupun kali ini Kupa yang kemungkinan besar menularkan flunya kepadaku, sudah menggunakan masker untuk mengurangi resiko penularan yang lebih besar kepadaku dan juga orang lain.

Aku tidur dengan kondisi suhu tubuh yang tidak terlalu tinggi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *