Catatan Altina Anindya Arif

Makasih Kupa Kuma

Nangis Hebat Sampai Muntah Namun Mudah Dialihkan

on January 27, 2013

Aku memiliki satu senjata pamungkas agar keinginanku tercapai. Senjata itu adalah nangis sekeras-kerasnya! Ya, saat aku nangis sekeras-kerasnya, Kuma, Yangti, Kupa atau pun Yangkung hampir pasti selalu mengabulkan keinginanku. Karena jika keinginanku tidak terkabul aku akan muntah karena saking semangatnya nangis.

Seringkali hal tersebut terjadi di malam hari dimana aku disuruh tidur oleh Kuma atau Yangti. Aku menangis sekeras-kerasnya saat Kuma memasukkanku ke kamar. Tangisku bahkan tidak berhenti sampai aku keluar kamar lagi. Usaha apapun yang Kuma lakukan untuk menghentikan nangisku tidak akan berhasil kecuali aku dibawa kembali keluar kamar.

Atau bila aku ingin keluar rumah padahal Kuma dan Yangti melarangnya. Aku akan menangis sekeras-kerasnya. Kemudian Kuma dan Yangti terpaksa keluar ke teras rumah sampai aku berhenti nangis, mengalihkan aku kepada hal lain, misalnya cicak di plafon, lalu membawaku masuk kembali.

Keinginanku yang keras tersebut sangat mudah dialihkan jika memang ada momen yang tepat untuk mengalihkannya.

Saat ini Kuma, Kupa, Yangti dan Yangkung berusaha sebaik mungkin agar aku tidak nangis keras yang membuatku sampai muntah. Mereka pasti akan mencari momen pengalih perhatianku agar aku berhenti menangis dan juga tidak perlu sampai muntah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *