Catatan Altina Anindya Arif

Makasih Kupa Kuma

Ditinggal Kuma Kuliah

on February 22, 2012

Setiap pagi, kecuali hari Sabtu dan Minggu, Kumaku harus pergi kuliah. Aku ditinggal berdua dengan Yangti selama Kumaku kuliah. Biasanya Kuma pulang pukul satu siang atau paling telat pukul tiga siang.

Selama dengan Yangti, aku diperlakukan sangat istimewa. Pagi hari setelah Kumaku pergi, aku diajak keluar rumah untuk berjemur. Puas berjemur, aku pun disuruh beristirahat sementara Yangti mengawasiku sambil menonton film korea kegemarannya. Kira-kira pukul 10 pagi, aku mulai gelisah dan lapar mulai datang. Saat itulah Yangtiku mulai sibuk denganku.

Yangti dengan sigap menyiapkan susu perahan Kuma ataupun susu perahan pengasihan Bunda atau sepupu Kuma, Tante Reni. Setelah susu untukku siap, Yangtipun segera memakai gendongan andalannya untuk menggendongku sembari memberiku susu dot.

Aku paling tidak suka susu dot, aku selalu menutup mulutku ketika diberikan susu dot. Demikian pula sendok. Aku juga tidak suka sendok. Aku sukanya hanya Air Susu Kumaku secara langsung.

Namun Yangti tidak mudah menyerah. Perlahan-lahan tapi pasti susu yang disiapkannya diminumkan kepadaku lewat dot ataupun lewat sendok. Seringkali hal itu membutuhkan waktu yang lama bagi Yangti untuk memberiku susu hingga beberapa puluh mililiter.

Aku pun kadang tidak mau tidur hingga Kumaku datang. Sehingga Yangti harus selalu menggendong dan menemaniku hingga Kumaku datang.

Ketika Kuma datang, aku pun menyusu sekuat-kuatnya hingga seakan-akan persediaan susu Kumaku habis. Sehabis itu aku pun tertidur nyenyak hingga waktunya mandi sore.

Aku belum terbiasa tanpa Kuma, tapi aku akan terus berusaha agar Kuma semakin mudah melakukan aktifitasnya, terutama kuliahnya.

Ayo Kuma, kita sama-sama belajar. Semangat Kuma!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *