Catatan Altina Anindya Arif

Makasih Kupa Kuma

Belok, Putar Balik, Ngatret

Aku semakin lancar berjalan. Selain jalanku makin jauh, beberapa teknik jalan pun sudah aku kuasai. Berikut adalah beberapa teknik jalan yang sudah aku kuasai.

Belok

Aku tidak hanya dapat berjalan lurus. Aku juga dapat berjalan belok menuju tempat yang aku tuju. Aku bisa belok ke kamarku, lalu belok kembali untuk menuju tempat tidurku. Dari tempat tidurku pun aku dapat berjalan menuju pintu kamar dan berjalan keluar ke arah kamar Yangti atau pun jalan menuju pintu utama rumah. Read the rest of this entry »

No Comments »

Main Bola

Dengan semakin lancarnya aku berjalan, aku pun jadi semakin sering berjalan. Jarak jalanku untuk sekali berjalan bisa lebih dari 10 meter sebelum aku terjatuh. Kadangkala aku membawa barang saat berjalan. Bisa berupa bantal, kue atau snack, bahkan bola.

Kupaku paling senang memberiku bola untuk bermain. Ukuran bolanya cukup untuk aku genggam dengan satu tangan. Bola ini tidak terlalu banyak memantul karena memang terbuat dari karet dan mudah diremas-remas. Read the rest of this entry »

No Comments »

10,3 dan 77

Hari ini aku ke dokter untuk imunisasi. Aku dibawa oleh Kupa dan Kumaku ke dokter di rumah sakit yang tidak jauh dari rumah Yangti. Saat mendaftar aku pun ditimbang. Nilai timbangan menunjukkan bahwa beratku 10,3 kg. Aku pun menunggu panggilan ke ruang dokter setelahnya.

Setelah hampir 2 jam menunggu, aku pun dipanggil ke ruang dokter. Suster di ruang itu mengukur tinggiku dan didapatlah angka 77 cm. Aku pun diimunisasi Varisela tadi. Bulan depan aku harus kembali lagi ke dokter untuk imunisasi berikutnya. Read the rest of this entry »

No Comments »

Berdiri dan Berjalan

Beberapa hari sudah Yangti dan Kuma bilang bahwa aku sudah dapat berdiri sendiri dan mulai dapat berjalan beberapa langkah tanpa pegangan. Kupa percaya saja apa yang dikatakan Yangti dan Kuma. Namun hari minggu lalu, Kupa benar-benar melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau aku memang sudah dapat berdiri sendiri dan berjalan dua langkah tanpa pegangan.

Aku memang masih lebih suka merangkak atau berjalan sambil pegangan saat akan menuju ke suatu tempat. Beberapa kali aku diajari untuk berjalan dengan dituntun oleh Yangti, Kuma dan Kupa. Namun aku lebih memilih merangkak daripada berjalan. Yangti malah berulang kali berkata kepadaku agar cepat jalan. Namun aku tetap saja lebih suka merangkak, bahkan untuk keliling rumah Yangti yang lumayan panjang. Read the rest of this entry »

No Comments »

Kidal

Kuma dan Kupaku baru sadar bahwa aku berbakat kidal saat malam ini keduanya melihatku membalik-balik halaman sebuah majalah yang dimiliki Kumaku. Mereka melihatku menggunakan tangan kiri dalam membolak-balik halaman tersebut.

Sebenarnya bakat kidalku sudah ada sejak lama, namun tidak ada satu pun orang yang memperhatikan secara detail. Jika aku diberikan sebuah barang atau makanan untuk aku pegang, maka otomatis aku akan menggunakan tangan kiriku untuk meraihnya. Jika pemberian tersebut berupa makanan, biasanya yang memberikan akan menarik kembali tangannya. Namun jika yang diberikan adalah barang, maka aku kebanyakan meraihnya dengan tangan kiriku.
Read the rest of this entry »

No Comments »