Catatan Altina Anindya Arif

Makasih Kupa Kuma

Panggil Ayah

Aku sudah dapat memanggil ayah. Namun ayah yang kupanggil bukanlah Kupaku. Ayah yang kupanggil sesungguhnya adalah Pak De Wawan. Dia kupanggil ayah karena Mbak Kamila dan Mbak Yumna memanggilnya dengan sebutan ayah.

Saat aku memanggil Pak De dengan ayah, seisi rumah pun heboh. Aku dianggap telah salah mengenali ayahku. Padahal aku menyebut Pak De dengan sebutan ayah karena kakak sepupuku memanggilnya dengan sebutan ayah.
Read the rest of this entry »

No Comments »

Mengenali Kupa

Hari ini aku lihat Kupaku sangat senang. Penyebabnya adalah aku sudah bisa mengenalinya sebagai Kupaku. Saat Mbak Yumna, Mbak Kamila, Bu De Novi bertanya kepadaku mana Kupa, aku pun menunjuk Kupaku.

Ini adalah pertama kali aku menunjuk Kupa saat ditanya tentangnya. Biasanya aki bingung saat ditanya mana Kupaku. Aku sudah bisa menunjuk Yangti. Aku sudah bisa menunjuk Kuma. Namun Kupaku belum pernah satu kali pun sebelumnya.
Read the rest of this entry »

No Comments »

Meracau

Beberapa hari ini aku mulai sering meracau. Semenjak mulai sembuh dari sakit flu dan batuk, aku mulai meracau. Kata Kuma, sakitku ini pertanda bahwa aku mulai berbicara. Persis seperti sakitku yang terdahulu, dimana setelahnya aku langsung lancar berjalan, bahkan sudah mulai berlari-lari kecil saat ini.

Aku meracau beberapa kata yang berhasil diterjemahkan oleh Kuma dan Yangti. “Ayam”, “Mama”, “Anindya”, “Mamam” adalah kata-kata yang muncul dari mulutku yang mungil ini. Beberapa kali aku teriak-teriak jika sedang menginginkan sesuatu atau marah kepada orang-orang besar di sekitarku. Read the rest of this entry »

No Comments »

Tap Dance

Kuma memperhatikan kebiasaanku beberapa hari ini yang sering menirukan gerakan tap dance. Aku sudah bisa menghentak-hentakkan kaki secara cepat ke lantai. Di samping itu aku juga bisa melakukan gerakan memutar badan berkali-kali.

Dua malam lalu aku, Kuma dan Kupa melakukan tap dance di dalam kamar. Kuma pertama kali tampil mencontohkan gerakannya. Lalu aku pun melakukan hal yang sama. Ditambah dengan teknik memutar badan yang sudah aku kuasai.
Read the rest of this entry »

No Comments »

Ambil dan Kasih Barang

Beberapa minggu terakhir ini aku sudah dapat mengambil barang yang ada di sekitarku. Barang tersebut bisa berada di atasku, di bawahku atau di depanku. Barang tersebut bisa berada di lantai, di meja atau di atas piano yang ada di rumah Yangti. Aku dapat mengambil sebuah barang jika memang barang tersebut dapat kuraih.

Selain mengambil barang aku pun dapat memberikan atau kasih barang tersebut kepada orang lain. Biasanya hal ini aku lakukan jika aku diminta oleh seseorang. Misalnya suatu waktu Kupa memintaku mengambil sebuah kertas yang berserakan di lantai. Aku disuruhnya untuk mengambil kertas tersebut. Setelah aku mengambilnya, Kupa pun menyuruh kembali agar aku menyerahkan kertas tersebut kepadanya. Aku pun berjalan menuju Kupa dan memberikan kertas tersebut kepadanya. Read the rest of this entry »

No Comments »