Catatan Altina Anindya Arif

Makasih Kupa Kuma

Bayi Malam

on April 25, 2012

Aku sering dikritik oleh Kupa dan Kumaku sebagai bayi malam. Ini karena aku punya kebiasaan tidur di luar kebiasaan bayi-bayi lain pada umumnya. Ketika aku menginap di rumah Andung beberapa hari lalu, bayi-bayi lain, kedua sepupu dan saudara sepersusuanku, Anye dan Eza, sudah mulai tidur menjelang pukul delapan malam. Aku sendiri baru tidur nyenyak setelah hampir mendekati pukul 11 malam.

Sekitar pukul 10 malam aku sempat agak rewel karena lapar. Kuma pun memberikanku ASIP Mama Cella satu botol penuh. Ketika perutku kenyang, aku bukannya langsung tidur melainkan seperti mendapatkan doping untuk beraktifitas lebih banyak. Kumaku bilang aku jadi semakin semangat bangun saat habis diberikan ASIP tersebut.

Keadaan itu tentu berbanding terbalik dengan situasi Kupa dan Kuma. Mereka berdua semakin capek dan ngantuk ketika mendekati pukul 11 malam. Apalagi esoknya kami harus pulang agak pagi untuk menghindari macet dalam perjalanan pulang dari rumah Andung ke rumah Yangti.

Untungnya Kuma punya teknik jitu dalam menidurkanku. Ia memberikan kesempatan bagiku untuk ngempeng. Hal ini membuatku terdiam dan lama-lama tertidur pulas juga. Kebiasaanku ini terasa ganjil bagi sebagian orang lain dan orang-orang itu mulai menasehati Kupa dan Kumaku. Namun Kupaku tidak keberatan bila aku tidur agak malam. Ini karena akhir-akhir ini Kupaku sering pulang malam dari kantor, sehingga ketika dia menemukanku sudah tidur saat ia pulang, tentunya ia akan sedikit kecewa karena tidak dapat bersenda gurau dengan anak kesayangannya ini.

Kupa, aku akan menunggu Kupa pulang baru aku tidur!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *