Catatan Altina Anindya Arif

Makasih Kupa Kuma

Perayaan Ulang Tahun Keenam

Kemarin adalah hari ulang tahunku yang keenam. Aku merayakannya di sekolahku. Semua teman kelasku ikut merayakan hari ulang tahunku.

Tahun ini bukan tahun pertama aku sekolah. Aku sudah tiga tahun di sini. Namun baru kali ini ulang tahunku dirayakan di sekolah. Read the rest of this entry »

No Comments »

Restore Website

Websiteku hari ini sudah pulih kembali. Walaupun tidak dapat merestore keseluruhan isi sebelum down. Kupaku akhirnya mendapatkan pelajaran penting bahwa tidak boleh tergantung dengan website gratisan dan harus sering-sering melakukan backup untuk website.

Hilang isi postingku sekitar dua tahun terakhir, namun yang penting, tidak semua postingku hilang.

Mari kita mulai menulis kembali dari kehilangan posting dua tahun terakhir ini.

No Comments »

Belum Bisa Minum dari Sedotan

Kupa sengaja membelikanku dua kotak susu semalam agar aku latihan minum susu lewat sedotan. Aku memang beberapa kali diperkenalkan minum susu UHT oleh Kupa. Selama ini aku minum langsung dari gelas dan seringkali hal tersebut membuat susu yang seharusnya aku minum, tumpah ke bajuku.

Sepulang dari Superindo semalam, Kupa membukakan satu kotak susu yang aku beli agar aku minum. Sedotannya sudah dibukakan dari plastiknya. Bahkan sedotannya sudah dimasukkan ke dalam kotaknya lewat satu lubang kecil di bagian atas kotak susu.
Read the rest of this entry »

No Comments »

Ke Superindo

Superindo, sebuah pasar swalayan modern terletak sangat dekat dengan rumah Yangti. Namun biarpun sangat dekat aku baru saja mengunjunginya kemarin bersama Kupa dan Kumaku. Kami bertiga ke sana naik motor Scoopy. Aku berada di tengah-tengah saat naik Scoopy.

Setelah Kupa memarkir motor, ia langsung menggendongku menuju Superindo. Kupa parkir bukan di daerah parkir resmi Superindo melainkan di belakang komplek apartemen di mana Superindo berada. Saat masuk ke gerbang Superindo, Kupa dan Kuma tidak menemukan keranjang dorong untuk barang belanjaan. Keranjang dorong ini yang nantinya akan digunakan untuk membawaku keliling Superindo sambil belanja.
Read the rest of this entry »

No Comments »

Panggil Ayah

Aku sudah dapat memanggil ayah. Namun ayah yang kupanggil bukanlah Kupaku. Ayah yang kupanggil sesungguhnya adalah Pak De Wawan. Dia kupanggil ayah karena Mbak Kamila dan Mbak Yumna memanggilnya dengan sebutan ayah.

Saat aku memanggil Pak De dengan ayah, seisi rumah pun heboh. Aku dianggap telah salah mengenali ayahku. Padahal aku menyebut Pak De dengan sebutan ayah karena kakak sepupuku memanggilnya dengan sebutan ayah.
Read the rest of this entry »

No Comments »